Strategi Kepemimpinan: Mengintegrasikan Engagement dan Negosiasi untuk Keunggulan Kompetitif 2026
Ditulis oleh : Dr.Dwi Suryanto, MM., Ph.D.
1 Januari 2026
Pendahuluan
Di era volatilitas geopolitik dan pergeseran ekonomi global saat ini, kepemimpinan bukan lagi sekadar fungsi komando, melainkan kemampuan untuk membangun keterlibatan (engagement) yang mendalam guna mencapai kesepakatan strategis. Mengapa hal ini krusial hari ini? Di tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang moderat menurut IMF (2024-2025), organisasi tidak lagi bisa mengandalkan otoritas formal untuk menggerakkan perubahan.
Bayangkan sebuah skenario: Seorang CEO terjebak dalam negosiasi merger yang buntu bukan karena angka-angka finansial, melainkan karena kegagalan dalam menyelaraskan visi antar pemangku kepentingan. Ketidakmampuan pemimpin untuk melakukan strategic engagement seringkali menjadi hambatan utama dalam mencapai deal yang menguntungkan. Di sinilah sinergi antara keterlibatan pemimpin dan kemahiran negosiasi menjadi penentu keberhasilan organisasi.
Konsep dan Landasan Teoretis
Leadership engagement didefinisikan sebagai tingkat partisipasi aktif dan komitmen emosional pemimpin yang memicu kinerja organisasi. Secara teoretis, hal ini berakar pada Kepemimpinan Transformasional (Boyatzis, 2015), di mana pengaruh pemimpin dibangun melalui visi bersama dan motivasi intrinsik.
Dalam konteks strategis, konsep ini meluas menjadi Distributed Leadership kepemimpinan yang terbagi untuk meningkatkan kemandirian tim (Emiru, 2025). Di ruang dewan direksi, teori ini diterjemahkan menjadi kemampuan pemimpin untuk tidak hanya “memerintah,” tetapi bernegosiasi dengan empati dan kecerdasan emosional untuk menyatukan berbagai kepentingan yang berbeda.
Sintesis Bukti dan Temuan Riset
Riset terkini menunjukkan bahwa efektivitas kepemimpinan sangat bergantung pada kemampuan pemimpin dalam mengelola dimensi emosional dan strategis:
-
Kekuatan Purpose dalam Kinerja: Penelitian Marais (2022) menegaskan bahwa kemampuan pemimpin dalam mengartikulasikan tujuan utama (purpose) secara jelas merupakan keterampilan inti yang memicu performa tinggi. Tanpa purpose, negosiasi hanyalah transaksi tanpa nilai jangka panjang.
-
Agilitas dan Keterlibatan Strategis: Fadhil (2023) menemukan bahwa entrepreneurial leadership meningkatkan pembentukan tim yang agile melalui strategic engagement. Artinya, keterlibatan aktif pemimpin dalam proses negosiasi internal mempercepat adaptasi organisasi terhadap perubahan pasar.
-
Kecerdasan Emosional (EQ) dalam Dunia Multigenerasi: Praveen (2025) menyoroti bahwa EQ adalah kunci efektivitas di tempat kerja multigenerasi. Pemimpin yang mampu mengelola emotional labor (Iftikhar, 2024) cenderung lebih sukses dalam negosiasi yang kompleks karena mampu mempertahankan kepercayaan (trust).
Tren Data Global 2023–2025
-
Ekonomi: OECD (2024) memproyeksikan pertumbuhan PDB global tetap stabil di angka 3,2%, namun menekankan pentingnya produktivitas tenaga kerja melalui inovasi manajemen.
-
Teknologi: Laporan McKinsey (2023) menunjukkan bahwa organisasi yang memadukan keterlibatan kepemimpinan dengan adopsi AI mengalami peningkatan retensi talenta sebesar 25%.
-
Kebijakan: Fokus global pada ESG (Environmental, Social, Governance) menuntut pemimpin memiliki keterampilan negosiasi yang inklusif dan etis (Kılınç, 2024).
Pola Sebab-Akibat
Logika strategis yang muncul dari data ini adalah:
Visi yang Jelas (Purpose) + Kecerdasan Emosional → Strategic Engagement → Negosiasi yang Efektif → Resiliensi & Inovasi Organisasi.
Keterlibatan pemimpin yang didukung oleh teknologi dan analitik (Hamraaia, 2024) memperkuat pengambilan keputusan yang responsif, yang pada akhirnya menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis (psychological safety) bagi inovasi.
Wawasan Lintas Domain: Psikologi dan Sistem Kompleks
Negosiasi bukan sekadar permainan angka (Game Theory), melainkan sistem kompleks di mana setiap interaksi memengaruhi node lainnya. Dalam perspektif psikologi organisasi, keterlibatan pemimpin menciptakan “zona aman” (Boyatzis, 2015). Jika seorang pemimpin gagal terlibat secara emosional, negosiasi internal akan macet, menghambat aliran informasi, dan menurunkan innovation capability organisasi (Vladić, 2021).
Rekomendasi Praktis
Untuk CEO/Founder:
-
Artikulasikan kembali Core Purpose organisasi Anda. Gunakan negosiasi sebagai alat untuk menyelaraskan tujuan pribadi anggota tim dengan tujuan perusahaan.
-
Investasikan pada Strategic Digital Marketing yang didukung keterlibatan komunitas (Chen, 2024).
Untuk Middle Managers:
-
Terapkan Distributed Leadership. Berdayakan tim Anda dalam pengambilan keputusan kecil untuk membangun self-efficacy mereka (Emiru, 2025).
-
Kelola emotional labor Anda dengan mengembangkan kecerdasan emosional untuk menghindari burnout.
Untuk Pengambil Kebijakan:
-
Integrasikan metrik engagement ke dalam sistem evaluasi kinerja pemimpin.
-
Dorong kebijakan inklusivitas untuk memastikan semua suara terdengar dalam proses negosiasi strategis (Jali, 2021).
Kesimpulan
Kepemimpinan yang terlibat (engaged leadership) dan kemahiran negosiasi adalah dua sisi dari koin yang sama. Di dunia yang semakin kompleks, kemampuan Anda untuk bernegosiasi baik secara internal maupun eksternal akan ditentukan oleh seberapa besar komitmen emosional dan strategis yang Anda berikan kepada organisasi Anda.
Jadilah Pemimpin Negosiator yang Tangguh.
Tingkatkan kapasitas kepemimpinan dan negosiasi Anda melalui pelatihan eksklusif dari Borobudur Training & Consulting. Kami membantu Anda mengubah teori menjadi strategi yang memenangkan masa depan.
daftar pustaka
-
Boyatzis, R. E. (2015). The role of the positive emotional attractor in vision and shared vision. Frontiers in Psychology. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2015.00670
-
Emiru, E. K. (2025). The role of distributed leadership in student engagement. Discover Education. 10.1007/s44217-025-00881-0
-
Fadhil, A. H. (2023). Impact of entrepreneurial leadership on forming agile work teams. Problems and Perspectives in Management. http://dx.doi.org/10.21511/ppm.21(4).2023.29
-
Hamraaia, M. H. Y. (2024). Transforming HR Practices: Integrating Employee Engagement and Analytics. Educational Administration: Theory and Practice. 10.53555/kuey.v30i6.5580
-
Iftikhar, A. (2024). Exploring the Relationship between School Leaders’ Emotional Labour Experiences and Work Engagement. Annals of Human and Social Sciences. 10.35484/ahss.2024(5-i)33
-
Marais, P. (2022). The Impact of Purpose as a Principal Leadership Skill. International Review of Management and Marketing. https://doi.org/10.32479/irmm.13794
-
OECD (2024). Economic Outlook. https://www.oecd.org/en/publications/oecd-economic-outlook-volume-2024-issue-1_62d0ca31-en.html
-
Praveen, R. V. S. (2025). Emotional Intelligence and Leadership Effectiveness in Multigenerational Workplaces. European Economic Letters. 10.52783/eel.v15i2.3019
-
Vladić, N. (2021). Determinants of Innovation Capability: Inclusive Leadership and Work Engagement. Quality Innovation Prosperity. 10.12776/qip.v25i2.1596
Comments are closed.