Kreativitas dalam Pengambilan Keputusan

By: Team Content

Decision Making
Decision Making

Arti Kreativitas

Kreativitas berarti menciptakan sesuatu yang baru. Dalam konteks bisnis, itu berarti penciptaan ide-ide baru, metode baru atau produk / layanan baru.

Kreativitas adalah “proses kognitif mengembangkan ide, konsep, komoditas, atau penemuan yang dipandang sebagai novel oleh penciptanya atau audiens target.” – Max H. Bazerman

“Kreativitas bukanlah kualitas seseorang; itu adalah kualitas ide, perilaku atau produk. ” – Teresa M. Amabile

Kreativitas meningkatkan kualitas keputusan. Ini meningkatkan ruang lingkup alternatif untuk dipertimbangkan untuk pemecahan masalah. Sangat penting untuk menangani masalah yang tidak ada pengulangan dan baru karena masalah seperti itu tidak dapat diselesaikan dengan solusi yang telah ditentukan. Mereka membutuhkan pemikiran imajinatif untuk solusi mereka. Karena tidak ada masalah yang memiliki solusi tunggal, kreativitas membantu dalam menghasilkan ide-ide baru yang membantu dalam mengambil keputusan akhir.

Pendekatan kreatif untuk pemecahan masalah mengasumsikan sebagai berikut:

  1. Selalu ada cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu. Preseden masa lalu, kebiasaan dan cara konvensional dalam melakukan sesuatu tidak selalu dapat memandu tindakan di masa depan.
  2. Masalah memiliki perspektif yang beragam. Setiap perspektif harus diselidiki, pertanyaan harus diajukan dan jawaban harus ditemukan.
  3. Segala sesuatu tidak boleh dianggap remeh. Masalah harus didefinisikan ulang dan fakta yang jelas harus ditantang.
  4. Selalu ada ruang untuk perbaikan. Manajer harus beralih dari cara tradisional ke cara modern dalam mengelola organisasi.
  5. Manajer tidak perlu takut akan kegagalan. Kegagalan awal akan mengarah pada kesuksesan tertinggi.

Kreativitas dalam pengambilan keputusan menghasilkan inovasi organisasi, teknologi baru atau produk baru.

Di era globalisasi, persaingan sangat ketat sehingga kreativitas sangat penting bagi organisasi untuk mengambil keputusan yang membantu kelangsungan hidup dan pertumbuhan mereka.

Proses kreativitas membutuhkan:

  • Pemikiran konvergen,
  • Pemikiran yang berbeda.

Komponen Kreativitas

Teresa M. Amabile menyebutkan tiga komponen kreativitas.

  1. Keterampilan domain:

Seorang manajer dapat menjadi kreatif dalam pengambilan keputusan jika dia secara teoritis dan konseptual sadar akan masalah dan relevansinya dengan faktor lingkungan. Dengan kata lain, ia harus memiliki pengetahuan tentang bidang masalah dan juga bakat dan kemampuan untuk memecahkan masalah itu. Ini dikenal sebagai keterampilan domain.

  1. Keterampilan kreativitas:

Keterampilan untuk melakukan hal-hal kreatif; untuk memikirkan cara-cara baru dalam melakukan pekerjaan, untuk memikirkan jalan baru pemasaran adalah keterampilan kreatif yang membantu untuk melaksanakan proses pengambilan keputusan.

  1. Motivasi tugas:

Manajer tidak melakukan tugas organisasi hanya untuk mendapatkan imbalan finansial. Pertimbangan uang atau finansial bukan satu-satunya motif untuk mengambil tugas baru. Kepuasan ego dan dorongan moral juga menjadi pertimbangan yang mengarah pada kreativitas dalam pengambilan keputusan.

Proses Kreativitas

Proses kreativitas terdiri dari langkah-langkah berikut:

Menemukan masalah atau merasakan:

Pengusaha menghadapi masalah dan memilih untuk mengatasinya. Dia merasa penasaran untuk menyelesaikan masalah itu. Dia benar-benar membiasakan diri dengan masalah, menganalisis pentingnya untuk bisnis dan hubungannya dengan segmen bisnis lainnya.

Ini membantu dalam mengidentifikasi masalah sedekat mungkin dengan kenyataan sehingga alternatif dapat dihasilkan yang menganalisis masalah dan memberikan solusi ke arah yang benar. Keingintahuan mengarah pada pengembangan ide.

Persiapan:

Setelah masalah teridentifikasi, pembuat keputusan berkonsentrasi pada masalah dan mulai mengatasinya. Dia mengumpulkan informasi, menganalisis bagaimana orang lain menggunakannya dan merumuskan hipotesis untuk dikerjakan. Informasi dapat dikumpulkan berdasarkan pengalaman masa lalu, melalui pengalaman orang lain dan juga melalui studi penelitian dan inovasi baru yang dilakukan di bidang itu. Jika dia ingin memperkenalkan produk baru di pasar, dia mempelajari perilaku pembelian konsumen sebelum mengubah ide itu menjadi kenyataan.

Wawasan atau Penerangan:

Dia memikirkan semua solusi yang mungkin setiap saat. Dia memikirkan ide-ide sambil makan, berjalan atau tidur. Gagasan-gagasan ini dituliskan sehingga ia tidak melupakannya dalam pikiran sadarnya. Dalam proses ini, ada kilasan ide di benaknya.

Ide-ide ini datang dan pergi dengan kecepatan cahaya, beberapa di antaranya ditolak secara spontan sementara yang lain diterima untuk analisis lebih lanjut. Kadang-kadang, itu menghasilkan ide-ide yang bahkan tidak mungkin dipikirkan oleh pembuat keputusan dalam pikiran sadarnya.

Pertemuan dan pertemuan sosial juga dapat menghasilkan ide-ide baru. Perusahaan komputer Compaq ditemukan sebagai hasil dari pertemuan sosial. Sketsa kasar komputer jinjing digambar di atas serbet kertas oleh tiga orang teman saat makan siang yang berubah menjadi pendirian perusahaan komputer Compaq.

Verifikasi dan aplikasi:

Pengusaha membuktikan melalui logika atau percobaan bahwa ide tersebut dapat menyelesaikan masalah dan, oleh karena itu, dapat diimplementasikan. Dia menguji ide secara empiris melalui model matematika dan eksperimen. Jika layak, ia menerapkannya untuk menyelesaikan masalah. Verifikasi adalah langkah penting dalam proses kreativitas karena ide yang tidak dapat diimplementasikan tidak ada gunanya sebaik apa pun baiknya.

Suasana untuk Kreativitas

Manajer menciptakan iklim yang mendorong kreativitas dengan cara berikut:

  1. Kenali perlunya perubahan:

Meskipun orang umumnya menolak perubahan, menerima kebutuhan akan perubahan diperlukan untuk mempromosikan kreativitas. Orang harus merasa bahwa mereka akan diuntungkan oleh perubahan.

  1. Mendorong ide-ide baru:

Manajer harus menyambut ide-ide baru. Mendengarkan ide-ide baru dan menerapkan yang menguntungkan mendorong iklim kreatif dalam organisasi.

  1. Interaksi:

Interaksi dengan orang-orang di dalam dan di luar perusahaan mendorong pertukaran informasi yang berguna dan generasi ide-ide baru.

  1. Kegagalan toleransi:

Gagasan baru mungkin terbukti gagal. Orang seharusnya tidak berkecil hati. Mereka harus mempertimbangkan waktu, uang, dan energi dalam ide-ide yang gagal sebagai investasi untuk prospek masa depan yang cerah.

  1. Tujuan yang jelas:

Manajer harus memiliki tujuan untuk kreativitas. Mereka harus tahu ide apa yang harus dicoba, kapan dan untuk apa. Tujuan yang jelas akan mengoptimalkan penggunaan waktu, energi, dan uang.

Untuk meningkatkan Kreativitas dalam Pengambilan Keputusan, Anda dapat mengikuti Pelatihan problem solving & Decision making yang Manfaatnya adalah sebagai berikut :

Ketika anda mempelajari dan menerapkan metoda yang diajarkan pada pelatihan ini:

  • Anda akan mampu mengambil keputusan, memecahkan masalah dan planning secara cepat, mudah dan akurat setiap saat.
  • Ketika metoda ini diterapkan dalam kehidupan pribadi anda, kehidupan anda akan menjadi lebih kaya…lebih sukses.
  • Anda akan lebih kurang kadar stress-nya, dan anda akan memperoleh rewarding life…hidup yang penuh dengan kegembiraan yang besar.
  • Karir anda akan maju pesat karena anda dikenal sebagai pengambil keputusan serta pemecah masalah yang akurat.
  • Anda akan mampu memahami proses pemikiran seorang pengambil keputusan efektif dan anda akan bisa mengadaptasinya dalam kehidupan anda sehari-hari.
  • Anda akan memperoleh templates “how-to” yang mudah dipakai anda ketika anda harus mengambil keputusan serta memecahkan masalah.

Materi yang akan dibahas dalam pelatihan ini adalah :

  • Mengenali dan mendeteksi orang-orang di sekitar kita yang merupakan pengambil keputusan dan pemecah masalah yang efektif
  • Memahami kekuatan kata STOP yang merupakan titik permulaan dari memecahkan masalah yang begitu banyak
  • Critical Response Training – memahami mengapa CTR ini bisa membuat keputusan jadi efektif
  • Teknik Dump List – ini merupakan metoda untuk menampung begitu banyak masalah yang harus kita selesaikan
  • Teknik Simplify – ini merupakan strategi untuk will one action resolve this concern?
  • The power of three little question – THREE LITTLE QUESTION
  • Recognize your progress
  • Decide Now
  • Apply the 1-10 scale
  • Compare option to criteria, not to each other
  • Identify and assess risk
  • Future plan to make it happen

FASILITAS:

  • Hotel Berbintang
  • Sertifikat Training
  • Modul (Hard Copy & Soft Copy)
  • Training Kit
  • 1x Lunch dan 2x Coffee Break
  • Konsultasi kepada trainer jika ada materi yang belum jelas
BIAYA PELATIHAN ADALAH SEBESAR RP. 3.800.000,- PER PESERTA. Jadwal Pelatihan Dapat Menyesuaikan.

Jika Anda berminat untuk mendaftar pelatihan ini, Silakan Daftar Pelatihan di sini

Atau anda bisa telpon atau sms kami pada no:

  • 0813-2161-6080
  • atau 0851-0161-0108
  • atau 0819-1058-7707

E-mail : [email protected]

Author