Marketing Finance: Integrasi Strategi Pemasaran dan Keuangan untuk Optimalisasi Kinerja Bisnis

Oleh Dr. Dwi Suryanto, Marketing Expert & Ceo Borobudur Training & Consulting
24 November 2025

1. Pendahuluan

Di tengah ekonomi digital dan persaingan bisnis yang semakin sengit, konsep marketing finance yaitu sinergi antara pemasaran dan keuangan  menjadi elemen vital untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang. Marketing finance mengombinasikan analitik pemasaran berbasis data dengan pengelolaan anggaran keuangan yang disiplin, sehingga perusahaan dapat mengalokasikan dana pemasaran secara efisien dan mengukur dampak kampanye terhadap kinerja keuangan dan nilai pelanggan. Artikel ini menganalisis teori-teori utama, bukti riset terkini, pola sebab-akibat, dan implikasi praktis marketing finance untuk manajer dan pemasar modern.


2. Konsep dan Teori Utama

Teori marketing finance berakar dari marketing mix klasik, namun telah bertransformasi signifikan. Integrasi keuangan muncul sebagai respons terhadap kebutuhan mengukur nilai pemasaran dengan metrik keuangan seperti ROI, Customer Lifetime Value (CLV), dan Cost per Acquisition (CPA) (John, 2023; cf. Sudhakar et al., 2025). Di era digital, penggunaan analitik besar, AI, dan real-time data memperkuat hubungan ini (Rolando, Ariyanto, Alexia & Hartanti, 2023; Nwobodo, 2025).

Fokus korporasi pada AI bahkan terbukti memiliki korelasi positif dengan efisiensi operasional dan keuntungan bersih (Journal of the Academy of Marketing Science, 2022). Dengan demikian, penggabungan analisis pemasaran dan manajemen keuangan memungkinkan perusahaan tidak hanya untuk “menghabiskan anggaran” tetapi menginvestasikannya secara strategis demi pertumbuhan jangka panjang.


3. Analisis & Sintesis Evidence

3.1 AI, Big Data, dan Efektivitas Pemasaran

Berdasarkan penelitian oleh Rolando, Ariyanto, Alexia, dan Hartanti (2023), AI dan Big Data dapat meningkatkan personalisasi pelanggan, prediksi perilaku, dan analitik real-time, meski terdapat tantangan seperti biaya implementasi dan privasi data. Ini mendukung strategi marketing finance yang menuntut pemahaman lebih dalam dan efisien tentang segmentasi pelanggan.

Nwobodo (2025) juga menegaskan bahwa analitik besar bersama AI meningkatkan ketepatan strategi pemasaran dan pengambilan keputusan.

Sebuah studi oleh Lopez dan Arjunan (2023) menemukan bahwa predictive analytics yang didukung AI membantu memaksimalkan marketing ROI melalui prediksi perilaku pelanggan dan optimasi alokasi anggaran kampanye.

3.2 Integrasi Metode Akuntansi & Alokasi Anggaran

Sebuah analisis cross-industri oleh riset dari International Journal of Research and Scientific Innovation (2023) menggunakan pendekatan Activity-Based Costing (ABC) dan menemukan korelasi positif yang tinggi antara pengeluaran pemasaran dan CLV (r = 0,72), serta dengan ROI (r = 0,64). Perusahaan yang mengimplementasikan ABC mampu menelusuri biaya kampanye ke segmen pelanggan tertentu dan mengalokasikan anggaran dengan lebih strategis (IJRSI, 2023).

3.3 Kolaborasi Keuangan & Pemasaran

Ng’olua, Manene & Adnan (2025) mengidentifikasi bahwa metrik seperti CLV dan CAC sangat penting dalam menilai efektivitas kampanye digital. Mereka menyoroti bahwa integrasi antara manajemen keuangan dan pemasaran meningkatkan akurasi prediksi anggaran, transparansi, dan agility organisasi, terutama dalam kampanye digital.

3.4 Kinerja Perusahaan & Fokus AI

Sebuah penelitian empiris di AS menunjukkan bahwa perusahaan yang menyatakan fokus AI dalam laporan 10-K mengalami peningkatan efisiensi operasional dan profitabilitas dari pemasaran, sekaligus mengurangi pengeluaran iklan (Journal of the Academy of Marketing Science, 2022).

3.5 Tantangan Etika dan Sistem Keputusan

Sengupta & Sharma (2023) dalam jurnal International Journal of Computing and Artificial Intelligence menyoroti bahwa adopsi AI di sektor finansial dan pemasaran dapat meningkatkan personalisasi dan retensi, tetapi juga menimbulkan risiko etika seperti bias dan privasi.


4. Pola Hubungan Sebab–Akibat

Dari sintesis riset di atas, pola sebab-akibat dalam marketing finance dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Adopsi AI & Big Data → meningkatkan segmentasi & personalisasi → efektivitas kampanye & ROI meningkat.

  2. Kolaborasi pemasaran-keuangan dengan metrik seperti CLV & CAC → alokasi anggaran lebih efisien → profitabilitas jangka panjang meningkat.

  3. Fokus perusahaan pada AI → efisiensi operasional (termasuk pengurangan ad spend) → margin lebih baik.

  4. Penggunaan metode akuntansi (ABC) → visibilitas biaya kampanye → pengoptimalan anggaran pemasaran → nilai pelanggan yang lebih tinggi.


5. Implikasi Praktis

Bagi praktisi marketing finance, beberapa rekomendasi berikut sangat relevan:

  1. Adopsi AI dan analitik prediktif – gunakan teknologi untuk meramalkan churn, mengoptimalkan saluran, dan mengalokasikan anggaran secara dinamis.

  2. Gunakan Activity-Based Costing – metode ini membantu menelusuri pengeluaran pemasaran hingga ke unit pelanggan, sehingga meningkatkan efisiensi dan ROI.

  3. Integrasikan tim pemasaran dan keuangan – membangun KPI bersama (misal: CLV, ROMI) memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih transparan dan strategis.

  4. Perhatikan isu etika AI – pastikan algoritma yang digunakan adil, transparan, dan sesuai dengan regulasi privasi.

  5. Majukan budaya pengukuran metrik – dorong penggunaan metrik pemasaran yang terhubung dengan hasil keuangan, seperti conversion value, ROAS, dan margin tertimbang.

Sebagai bagian dari pengembangan kompetensi ini, Borobudur Training & Consulting menyelenggarakan Pelatihan Marketing Metrics (tautan: https://borobudur-training.com/pelatihan-marketing-metrics/), yang dirancang untuk membantu praktisi memahami, mengukur, dan mengoptimalkan metrik pemasaran yang berdampak keuangan.


6. Kesimpulan

Marketing finance merupakan sebuah paradigma kritis di era digital: pemasar tidak lagi bisa “berpromosi tanpa hitung-hitungan”, tetapi wajib menyelaraskan strategi dengan hasil keuangan nyata. Bukti akademik menunjukkan bahwa adopsi AI, penggunaan metode akuntansi seperti ABC, dan kolaborasi lintas fungsi antara pemasaran dan keuangan dapat menghasilkan ROI yang lebih tinggi, efisiensi anggaran, dan nilai jangka panjang bagi pelanggan. Untuk perusahaan berskala kecil hingga besar, investasi dalam sistem dan pelatihan metrik pemasaran menjadi langkah strategis yang sangat dianjurkan guna memenangkan persaingan dan membangun profitabilitas berkelanjutan.


DAFTAR PUSTAKA

  • John, R. (2023) Maximizing ROI: The Intersection of Marketing and Finance, Business Studies Journal, 15(S2), pp. 1-2. Available at: https://www.abacademies.org/articles/maximizing-roi-the-intersection-of-marketing-and-finance-15971.html.

  • Ng’olua, J. N., Manene, R. & Adnan, H. S. (2025) ‘Integrating Strategic Financial Management with Marketing Decisions to Enhance Profitability in Digital Campaigns’, East African Finance Journal, 4(4), pp. 1-15. DOI: 10.59413/eafj/v4.i4.1.

  • Rolando, B., Ariyanto, K. A., Alexia, K. R. & Hartanti, R. (2023) ‘Peran AI dan Big Data dalam Mengoptimalkan Strategi Pemasaran Digital’, AIRA (Artificial Intelligence Research and Applied Learning), 1(1), pp. 31-45. DOI: 10.1234/aira.v1i1.31.

  • Sengupta, P. & Sharma, P. (2023) ‘A Study on the Role of AI in Marketing Financial Services: Adoption, Tools, and Impact on Customer Engagement’, International Journal of Computing & Artificial Intelligence, 4(1), pp. 65-70. DOI: 10.33545/27076571.2023.v4.i1a.164.

  • Lopez, S. & Arjunan, G. (2023) ‘Optimizing Marketing ROI with Predictive Analytics: Harnessing Big Data and AI for Data-Driven Decision Making’, Journal of Artificial Intelligence Research, 3(2), pp. 9-36.

  • Nwobodo, L. K. (2025) ‘The Impacts of Big Data Analytics and Artificial Intelligence on Marketing Strategies’, Global Journal of Economic and Finance Research, 2, pp. 1-12. DOI: 10.55677/GJEFR/05-2025-Vol02E1.

  • Journal of the Academy of Marketing Science (2022) ‘Artificial intelligence focus and firm performance’, 50, pp. 1176–1197. DOI: 10.1007/s11747-022-00876-5.

  • Pacific-Basin Finance Journal (2024) ‘Applied AI for finance and accounting: Alternative data and opportunities’, 84, Article 102307. DOI: 10.1016/j.pacfin.2024.102307.

  • Journal of Accounting & Marketing (2024) ‘Linking Marketing Metrics to Financial Outcomes: An Accounting Approach’.

  • Zhao, K., Hua, J., Yan, L., Zhang, Q., Xu, H. & Yang, C. (2019) ‘A Unified Framework for Marketing Budget Allocation’, arXiv. Available at: https://arxiv.org/abs/1902.01128.

  • Yan, Z., Wang, S., Zhou, G., Lin, J. & Jiang, P. (2023) ‘An End-to-End Framework for Marketing Effectiveness Optimization under Budget Constraint’, arXiv. Available at: https://arxiv.org/abs/2302.04477.

Author

Comments are closed.