Home Training Courses In House Training Free Resources About Us Contact Us
   
 
 

Follow us on:

Our Clients

Training Courses:


Best Seller:

 

 

Advanced Professional Secretary


 

Body Language: How to Speed-Reading People



 

Customer Service Skills


 

Effective Leadership Coaching

 

 

Secret Selling to the Subconscious Mind



 

Selling with Emotional Intelligence

 

 

Change Management:

 

 

Agent of Change



 

Appreciative Inquiry for Change Management

 

 

Effective Change Management and Acquisition

 

 

Effective Mindset Management



 

Leading Culture Change



 

Communication Skills:



 

Body Language: How to Speed-Reading People



 

Communication Skill Training



 

Effective Public Relation Writing



 

Great Public Speaking



 

How to Communicate with Tact and Professionalism



  How to Handle Difficult Conversations


 

Media Handling & Communication Skills



 

MC dan Protokoler

 

 

Focus Group Discussion (FGD)

 

 

Komunikasi Visual

 

 

Corporate Strategic:



 

Close the Execution Gap

 

  Corporate Social Responsibility

  Effective Crisis Management


 

Effective Mindset Management



 

Strategic Planning for Non Profit

 

 

Think Smart - Act Smart

 

 

Understanding & Managing Organizational Behavior

 

 

Risk Management

 

 

Ekspor Impor

 

 

Good Corporate Governance (GCG)

 

 

Corporate Culture

 

 

Creative Thinking/Decision Making:

 

 

Accurate Problem Solving & Decision Making



 

The Confident Decision Maker

 

 

Creative Thinking & Decision Making

 

 

How to Get Ideas: Bagaimana Membangkitkan Kreativitas di Dalam Diri

 

 

Strategic Decision Making

 

 

Why Decision Fails

 

 

Customer Service Skills:



  Customer Experience Management

 

Customer Service Skills



 

Exceptional Service – Exceptional Profit



 

How to Deliver Exceptional Customer Service



 

Emotional Intelligence:

 

 

Empati



 

Leading With Emotional Intelligence

 

 

Managing Emotions Under Pressure



 

Selling with Emotional Intelligence


 

Wawancara Berdasarkan Kecerdasan Emosi: EQ Interview



 

Finance:

 

 

Basic Finance



 

Best Practices of Cost Reduction and Cost Control

 

 

Effective Internal Audit

 

 

Finance & Accounting for Non-Financial Managers

 

 

Financial Statement Fraud: Prevention and Detection

 

 

How to Read and Understand Financial Statements

 

 

Pelatihan Pajak Penghasilan Pegawai (PPh 21)

 

 

Pelatihan Pajak Penghasilan Pasal 23 (PPh 23)

 

 

Human Resources:


 

Analisis Beban Kerja

 

 

Best Practices for Personal/HR Assistant

 

 

Competency Based Human Resource Management

 

 

Effective Human Resource Transformation

 

 

Effective strategies for developing your people

 

 

Effective Succession Planning

 

 

Fundamentals of Human Resource Management

 

 

How to Deal with an Unacceptable Employee Behavior


 

Managing Toxic Workplace

 

 

Strategic Human Resource Management

 

 

Wawancara Berdasarkan Kecerdasan Emosi: EQ Interview

 

 

Manajemen POAC

 

 

Knowledge/Project Management:


 

Effective Knowledge Management

 

 

How to Prepare and Implement Company Manuals

 

 

Successful Project Management

 

 

KETENAGAKERJAAN:



 

 



 
 

Waspada akan kesalahan atribusi - By DR. Dwi Suryanto

 

Ketika saya mengajar di kelas in-house training, saya suka bertanya,"Bapak-bapak, produk X perusahaan Bapak nampaknya laku keras. Kira-kira apa sebabnya ya?"

Mereka terus saja menjawab dengan antusias. Misalnya karena memang teknologinya bagus, R&D nya hebat, iklannya hebat dan sebagainya.

Ketika saya tanyakan, mengapa produk tertentu mereka lesu di pasar. Mereka kemudian menjawab, "O itu karena masyarakat belum bisa mengapresiasi produk itu..." Lainnya, "pesaing kita agak kurang fair.." Lainnya, "Pemerintah harusnya lebih melindungi produk kita..." dsb.

Ada satu pola menarik. Ketika perusahaan (produk) sukses, selalu saja itu karena upaya kita. Artinya faktor internal yang berpengaruh. Begitu perusahaan mengalami kesusahan, selalu saja karena faktor lain di luar perusahaan atau diri kita.

 

  atribution

Fenomena ini selalu saja terjadi berulang-ulang ketika saya tanyakan di berbagai perusahaan.

Ada seorang rekan kita terlambat datang di satu meeting. Keterlambatannya sudah satu jam. Ketika ia memasuki ruangan, notesnya tiba-tiba saja jatuh. Ketika ia mencoba memungutnya kembali, kacamatanya jatuh dan pecah. Kemudian karena tergopoh-gopoh, ketika duduk, dan 'menyambar' cangkir kopi, tiba-tiba kopi tadi malah tumpah menumpahi dasinya.

Orang-orang menertawakannya. Ada yang berkomentar, "Dasar canggung pak Slamet ini…!"

Benarkah komentar itu? Mungkin ya. Tapi mungkin juga tidak. Siapa tahu pria tadi baru saja datang dari bandara dan terlambat karena pesawatnya tertunda satu jam…

 

 

Bisa juga ia menjatuhkan notes karena memang licin, atau menumpahkan cangkir kopi karena memang saat itu terlalu panas ketika ia memegangnya…

Inilah kecenderungan kita untuk menyalahkan orang lain karena memang dia begitu. Oleh psikolog social keadaan ini dinamai kesalahan atribusi fundamental (fundamental attribution error).

Mengapa hal itu terjadi? Ketika kita mengamati perilaku orang lain, kita cenderung hanya memfokuskan pada tindakannya. Seringkali kita melupakan konteks atau situasi ketika hal itu terjadi, padahal konteks sering kali lebih menentukan perilaku seseorang.

Contoh, ketika kita makan siang di warteg, kita bisa duduk jegang (kaki yang satu naik ke kursi lain) dengan santai. Saat itu tidak ada yang mengatakan tidak sopan, wong semua orang melakukannya.

Tapi ketika kita makan di restoran di hotel bintang 5, dan jegang, orang-orang akan melihat diri kita dengan sinis. Mungkin mereka berkomentar, "Dasar orang kuampung, udik, emangnya ini makan di warung mbahmu apa?"

Lihatlah konteksnya, dan ternyata perlakuan orang amat berbeda. Perhatikan juga kata "dasar" yang berarti orangnya memang begitu dari sononya.

Ketika kita ikut ujian dan menerima nilai A, apa yang terlintas di pikiran kita? "O ini karena aku memang cerdas, bakat, dan mudah ingat. Lho aku ini sering juara sejak dulu…"

Namun ketika ujian dan memperoleh nilai D, apa yang terlintas di pikiran kita? "O dasar dosennya nggak bisa ngajar. Nampang doang. Soalnya nggak ada yang di buku…Dia memang sering menyusahkan mahasiswa…"

Ketika makan siang dan harus membeli minuman, teman saya pasti memilih minuman yang ada undiannya. "Rak ya lumayan tho, siapa tahu saya dapat undian 100 juta rupiah," ungkapnya sambil dengan penuh antusias membuka tutup botol minuman. Ketika tutup botol bertuliskan, "Coba lagi," ia dengan santainya berkata, " ya nggak apa siapa tahu besok dapat…"

Inilah anehnya manusia. Ketika ada sesuatu yang menguntungkan, kita merasa bahwa kita lebih beruntung dari pada orang lain. Buktinya? Lihat saja orang-orang berbondong-bondong mengirim kupon undian, membeli togel, membeli lotere, padahal probabilitasnya satu dibanding puluhan juta.

Bagi saya yang tinggal di Bandung, dan melihat banjir di Jakarta, selalu terujar, "Ah, nggak mungkin rumahku kebanjiran, wong bukan Bandung Selatan…"

Jadi ketika ada bahaya, kita selalu menganggap diri kita tidak akan terkena bahaya itu. Begitu beruntung, kita merasa lebih beruntung daripada orang lain…

Mengapa itu semua terjadi? Karena kita selalu self-serving bias. Kita selalu ingin kelihatan baik. Ketika terjadi hal yang menguntungkan (perusahaan maju, nilai bagus) kita inginnya karena upaya diri kita. Ini dilakukan dalam melindungi ego kita agar kita tetap bagus di hadapan orang lain.

Ini pula yang terjadi ketika kita bekerja dalam kelompok. Selalu saja muncul orang-orang yang menganggap mereka berkontribusi lebih banyak dibanding yang lain. Jika anda melihat hal itu, santai sajalah, dan cukup katakan, "O dia lagi self-serving bias…"

Kesimpulannya, untuk mengatakan seorang jahat, buruk, baik, hebat, kita sebaiknya mempertimbangkan lingkungan yang menyertainya…

Salam

* DR. Dwi Suryanto, Ph.D adalah penulis buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul. Ia seorang konsultan, trainer dan motivator yang mampu menghidupkan suasana rapat-rapat kerja menjadi suasana ceria, menginspirasi, dan membawa perubahan pada pesertanya...
 

INFORMASI PELATIHAN CHANGE MANAGEMENT

     
   

 

 

INFORMASI PELATIHAN COMMUNICATION SKILL

     

 

MC dan Protokoler

 

 

INFORMASI PELATIHAN CORPORATE STRATEGIC

     

Ekspor Impor

 

INFORMASI PELATIHAN CREATIVE THINKING /DECISION MAKING

     

INFORMASI PELATIHAN CUSTOMER SERVICE

     
   

INFORMASI PELATIHAN EMOTIONAL INTELLIGENCE

     
     
   

INFORMASI PELATIHAN FINANCE

     
     

INFORMASI PELATIHAN HUMAN RESOURCES

     

Analisis Beban Kerja

Best Practices for HR Personal/HR Assistant

Competency Based HRM

Effective HR Transformation

     

Effective Strategies for Developing your People

Effective Succession Planning

Fundamentals of HRM

How to Deal with Unacceptable Behavior

     

Managing Toxic Workplace

Strategic HRM

EQ Interview

INFORMASI PELATIHAN KNOWLEDGE/PROJECT MANAGEMENT

     

INFORMASI PELATIHAN LEADERSHIP

     
     
     
     
     

INFORMASI PELATIHAN MANAGING QUALITY

     
     
     
     
 
     

INFORMASI PELATIHAN MARKETING

     
     

INFORMASI PELATIHAN NEGOTIATION SKILL

     

INFORMASI PELATIHAN PERSONAL SUCCESS

     
     
     
     
   

INFORMASI PELATIHAN SECRETARY SKILL

     

INFORMASI PELATIHAN SELLING SKILL

     

INFORMASI PELATIHAN SUPERVISORY SKILL

     
 

 

 

 

 
 

Analisis SWOT Perusahaan

 

 

Pengertian Wirausaha dan Kewirausahaan

 

  7 Tips Bahagia Di Tempat Kerja

 

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Menyusun Struktur Organisasi Perusahaan

 

  Hal Mendasar Dalam Public Speaking

  Mengenal Bioteknologi yang Bermanfaat Bagi Manusia

  Pentingnya Interpersonal Skills

 

Potensi sukses seseorang lebih dikarenakan oleh kecerdasan emosi

 

  Modal Usaha - Kendali Biaya Untuk Bisnis Kecil Anda

 

 

borobudur training

DOWNLOAD JADWAL 2018

PEMBICARA

Pelatihan Bulan September 2018


 

Leadership:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Managing Quality:

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

Managing Training:

 

 

 

 

 

 

 

 
 

Marketing:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Negotiation Skill:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Personal Success:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

Secretary Skills:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selling Skills:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Supervisory Skills:

 

 

 

 

 

 

 

 

Buku Transformational Leadership: Terobosan Baru Menjadi Pemimpin Unggul - Ditulis oleh DR. Dwi Suryanto, Ph.D

 

 

Disertasi DR. Dwi Suryanto (full text)

 

 

Sekilas Tentang DR. Dwi Suryanto, Ph.D

 

 

Thesis Kanaidi, SE. M.Si. (full text)

 

  Thesis Ir. Riharsono Prastyantoro, M.T (full text)
   
 

Parlementaria 2012

 

  Parlementaria 2013
   

 

 
     
  Copyright @ PT. Borobudur Kerta Rajasa - 2018