Articles

Pentingnya Kreatifitas Pemimpin

Pentingnya Kreatifitas Pemimpin

By: Team Content

kepemimpinan inovatif menjadi salah satu kunci jitu keberasilan dalam memimpin.

Pemimpin yang memiliki inovasi tinggi tentu akan mampu membawa organisasi yang dipimpinnya kepada tujuan yang ingin dicapai. Dan tentunya dengan bantuan para anggota yang lainnya.

Ke inovatifan seorang pemimpin ini akan berkaitan dengan strategi copping atau cara menghadapi masalah.

Dalam berorganisasi tentunya masalah akan datang dengan silih berganti, bukan hanya masalah dari luar masalah dari dalam pun demikian. Maka gaya kepemiminan yang inovatif ini akan membuat organisasi tersebut mampu bertahan lama.

Gaya kepemimpinan inovatif tentunya tidak lepas dari kreatifitas dan juga pengetahuan yang dimiliki.

Semakin berpengetahuan dan juga semakin kreatifnya seseorang, maka dia akan mampu membuat kondisi organisasi nyaman, kemudian semakin maju dan juga dapat mencapai tujuan-tujuan yang dirumuskan.

Tujuan yang dirumuskanpun tentunya memiliki nilai keunikan yang bisa membuat organisasi tersebut semakin maju.

Kecerdasan Emosional yang Harus Dimiliki Pemimpin

Cerdas menjadi salah satu aspek yang memang harus dimiliki pemimpin. Kecerdasan menjadi sebuah alat dimana pemimpin mampu merumuskan tujuan-tujuan yang baik yang akan dicapai organisasi yang dia pimpin secara bersama-sama.

Pelajari Lebih Lanjut Tentang Transformational Leadership

Kecerdasan yang dimaksud tentunya bukan hanya sebatas pengetahuan, namun juga kreatifitas.

Selain itu semua hal penting yang harus dimiliki oleh pemimpin adalah kecerdasan emosionalnya.

Perlu diketahui bahwa kecerdasan emosional adalah suatu kemampuan yang mana seseorang bisa membina hubungan baik secara emosional dengan orang lain.

Hal ini penting karena pemimpin adalah orang yang membina orang lain atau anggota atau bawahannya.

Kecerdasan emosional juga menjadi kunci akan keberasilan pemimpin dalam memajukan organisasi yang dia pimpin. Bukan hanya sebatas keberhasilan membina anggotanya didalam, namun juga berhasil diluar.

Tentunya kecerdasan emosional ini dimiliki oleh para pemimpin yang memiliki kedekatan terhadap para anggotannya, bijaksana, merakyat dan dicintai banyak orang.

Faktanya, kecerdasan emosional bukan hanya menghatarkan pemimpin kepada keberhasilannya memimpin, namun juga dapat mengantar semua orang dalam mencapai keberhasilannya.

Perlu diketahui buah dari kecerdasan emosional yang baik adalah relasi, dan kita tahu bahwa memang relasilah yang menjadi faktor terbesar untuk mengantarkan pada kesuksesan.

Dengan relasi, kepandaian atau kecerdasan intelektulan tentu akan dikesampingkan. Dan orang yang memiliki gaya kepemimpinan inovatif adalah orang yang cenderung memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.

Ciri-Ciri Gaya Kepemimpinan yang Kreatif

Salah satu gaya kepemipinan yang memang banyak digemari adalah kepemimpian inovatif. Pada penerapannya gaya kepemimpinan yang inovatif memiliki beberapa ciri.

Ciri-ciri ini bisa menjadi tolak ukur apakah pemimpin sudah memiliki kepemimpinan yang inovatif atau belum.

Ada empat hal pokok yang menjadi syarat menjadi pemimpin yang inovatif yaitu:

  1. Memerintah

Bahasa memerintah memang identik dengan ciri seorang pemimpin. Dan memerintah juga menjadi tugas pokok sebagai seorang pemimpin.

Namun dalam menjalankan tugasnya pemimpin tidaklah terlalu otoriter. Tindakan pemimpin yang terlalu otoriter akan membuat para bawahannya merasa tertekan dan berujung pada ketakutan. Alhasil pemimpin tidaklah dihargai namun hanya ditakuti.

Pemimpin yang inovatif tentu akan memikirkan bagaimana memerintah bahwannya tanpa terkesan mengurui ataupun otoriter.

Dengan demikian, bawahannya pun akan menghargai pemimpinnya bukan lagi menakuti pemimpinnya.

  1. Mendelegasikan

Mendelegasikan atau menugaskan menjadi ciri kepemimpinan yang inovatif karena berkaitan dengan tugas masing-masing anggota.

Pemimpin yang inovatif akan mampu memberikan tugas masing-masing anggotannya sesuai dengan job atau porsi pekerjaan mereka masing-masing.

Perumusan mengenai diskripsi job, perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi dari pekerjaan anggota menjadi tanggung jawab pemimpin.

Pelajari Lebih Lanjut Tentang Pelatihan Leadership Coaching

Selain itu, pendelegasian juga akan membuat tanggung jawab anggota menjadi tumbuh dan semakin sadar akan kewajiban mereka.

Hal ini sangat bagus untuk memajukan diri anggota secara pribadi dan tentunya memajukan organisasi.

  1. Melatih

Ciri menjadi pemimpin yang bijaksana adalah melatih, bukan menyalahkan. Pada kebanyakan kasus seorang pemimpin hanya bisa menyalahkan pekerjaan bawahan mereka, tanpa bisa melatihnya untuk memperbaiki kesalahan.

Dalam hal ini, melatih menjadi sebuahkewajiban bagi pemimpin dan salah satu fungsi dari adanya pemimpin.

  1. Mendukung

Dan yang terakhir kepemimpinan inovatif dimiliki oleh para pemimpin yang bersifat mendukung.

Mendukung yang dimaksud adalah mendukung pendapat para anggotannya yang dinilai menguntungkan organisasi yang dia pimpin. Bukan memaksakan kehendak yang berakibat tidak baik bagi anggotanya.