|
Hasil akhirnya, kita tidak bersemangat dalam bekerja. Rasanya
malas sekali melayani masyarakat. Akibatnya, kinerja kantor itu tidak
menggembirakan.
Menyaksikan pemimpin kami seperti itu, saya berjanji pada diri
sendiri, jika saya nanti menjadi pemimpin, saya tidak akan menirunya.
Bahkan saya ingatkan diri saya, itu sisi gelap dari seorang pemimpin,
maka berhati-hatilah...
Ganti pemimpin baru
Roda jaman terus berputar, dan kami mendapat pemimpin baru.
Ia berumur 35 tahunan. Ketika ia mengenalkan diri, kami dengan
skeptis menanggapi, “Paling ia akan sama dengan si galak itu.”
Ternyata pemimpin itu tidak galak, ia ramah kepada karyawan. Ia
peduli kepada semua karyawan.
Bahkan saya yang tadinya berusaha menjauh darinya, ikut dipanggil
masuk dalam ruangannya, tidak untuk dimarahi, tapi malah diajak
cerita. Pemimpin yang sebelumnya bagaikan raksasa galak, sekarang
telah tergantikan oleh seorang pria yang berlidah santun. Tanpa
terasa dia dan saya bercerita pelbagai hal. Tidak langsung membahas
pekerjaan, namun obrolan dimulai dari kenangan kami sejak di
akademi hingga masalah makanan khas di kota itu.
Suasana kerja langsung berubah, suasana menjadi penuh tawa,
ceria, dan kami bekerja dengan senang. Tidak ada lagi cerita karyawan
yang dimarahi. Bahkan pemimpin kami itu mengatakan, ia tidak akan
memonitor pembicaraan karyawan. Mendengar ucapan itu, dunia
hal xii
Daftar isi
hal xiv
Judul Buku:
TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP: TEROBOSAN BARU MENJADI PEMIMPIN UNGGUL
Penulis: DR. Dwi Suryanto, Ph.D.
|