Bagaimana Berkomunikasi Dengan Seseorang Yang Memiliki Kecerdasan Emosional Lebih Rendah Dari Anda?

By: Team Content

Pernahkah Anda merasa sangat disalahpahami dalam sebuah percakapan? Seolah-olah orang yang Anda ajak bicara tidak mengenali perasaan Anda, dan tidak dapat menempatkan diri pada posisi Anda? Nah, itulah situasi umum ketika Anda berhadapan dengan seseorang dengan kecerdasan emosional yang lebih rendah dari Anda. 

Anda lihat, di bawah sistem kepribadian Myers dan Briggs , Feelers dan Thinkers memiliki pendekatan komunikasi yang berbeda. Sementara mereka yang memimpin dengan fungsi Feeling mereka dapat menunjukkan kecerdasan emosional (EQ) yang lebih tinggi, yang berarti mereka memiliki kemampuan untuk menggunakan emosi mereka dengan cara yang positif untuk berkomunikasi dan membuat diri mereka dipahami, Pemikir dapat memiliki EQ yang lebih rendah. Ini tidak berarti Pemikir adalah orang yang berhati dingin. Artinya adalah bahwa bertentangan dengan rekan Feeling mereka tipe berpikir cenderung mendekati percakapan mulai dari kepala, bukan hati.

Lantas, bagaimana orang dengan EQ rendah dan tinggi dapat berkomunikasi dengan lebih efisien? Jika Anda kesulitan mengekspresikan diri saat menghadapi seseorang yang memiliki kecerdasan emosional lebih rendah daripada Anda, kami memiliki beberapa tip yang mungkin bisa membantu.

Dengar, Benar-Benar Dengarkan

Sebagai seorang Feeler, Anda dapat menggunakan sifat empati Anda untuk mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang dikatakan orang lain. Ini adalah strategi yang bagus untuk menghadapi orang dengan EQ rendah, karena mereka sering tidak menyuarakan perasaannya karena takut disalahpahami. Penting juga untuk diingat bahwa perilaku ini tidak datang dari tempat yang buruk. Terkadang, Pemikir sama sekali tidak menyadari apa yang Anda alami.

Seringkali, yang diperlukan untuk membuat mereka terbuka secara emosional adalah mendengarkan. Jadi, alih-alih memotongnya saat mereka bercerita panjang lebar, akui bahwa Anda memperhatikan dengan empati dan kebaikan. Jika Anda dapat menunjukkan bahwa Anda hadir dan menahan diri dari penilaian, Anda tidak hanya akan membuat percakapan merasa nyaman tentang diri sendiri, tetapi Anda juga akan membuat mereka merasa dihargai: situasi menang-menang!

 

Pilih Logika Daripada Emosi

Ini sulit bagi mereka yang memimpin dengan fungsi Perasaan, tetapi memilih logika daripada emosi dapat mencegah kesalahpahaman yang tak terhitung jumlahnya. Dari perspektif Feeler, Pemikir mungkin tampak dingin dan tidak sensitif, tetapi Anda harus ingat bahwa mereka adalah orang yang sangat rasional dan analitis. Itulah cara mereka menghadapi pertanyaan dan masalah: dengan bijaksana dan cepat.

Pelajari Lebih Lanjut Tentang Leading with Emotional Intelligence

Jadi, ketika Anda bertemu dengan teman, kerabat, atau orang yang Anda cintai yang bertindak seperti ini, jangan buang waktu menunggu mereka menangkap isyarat dan nuansa emosional dalam percakapan — karena mereka tidak akan melakukannya. Anda mungkin berpikir bahwa bahasa tubuh atau nada suara Anda menjelaskan semuanya, tetapi sebenarnya cukup sulit bagi seseorang dengan EQ rendah untuk memahaminya.

Solusinya? Temui mereka di tengah jalan dengan menjadi yang paling eksplisit dan terus terang. Jika Anda memilih dinamika verbal daripada emosional, Pemikir akan lebih mungkin memahami Anda dan terhubung dengan pesan yang ingin Anda sampaikan.

 

Jangan Mengambil Semuanya Secara Pribadi

Saya tahu saya tahu. Anda seorang Feeler, bagaimana Anda bisa tidak mengambil sesuatu secara pribadi? Tipe perasaan umumnya sangat kritis terhadap diri mereka sendiri dan mereka dapat menafsirkan umpan balik konstruktif sebagai serangan pribadi. Sebagai individu yang sensitif dan emosional, sulit bagi kita untuk tidak menganggap kritik sebagai pelanggaran.

Namun, perlu diingat bahwa ketika Anda berurusan dengan seseorang dengan EQ yang lebih rendah, mengambil sesuatu secara pribadi tidak akan membawa hasil yang bagus. Sebagai seorang Feeler, Anda akan terburu-buru untuk menutup diri terlalu cepat hanya untuk menjaga kedamaian atau merasa menghakimi orang yang mengkritik Anda.

Kunci suksesnya adalah menjaga sikap menenangkan. Lebih sering daripada tidak, seseorang dengan EQ rendah tidak mengerti apa yang Anda rasakan. Mereka mungkin bahkan tidak menyadari bahwa mereka telah menyinggung Anda, jadi cobalah untuk melepaskan diri Anda dari situasi tersebut. Dengan menjadi lebih tegas, Anda dapat melakukan percakapan ke arah yang Anda inginkan dan kemudian, jika Anda mau, beri tahu mereka bagaimana tindakan mereka memengaruhi perasaan Anda.

Jika Situasi Memanas, Alihkan Kembali Pembicaraan Ke Topik

Ketika argumen memanas, orang dengan EQ rendah dapat memiliki kecenderungan untuk mengalihkan fokus percakapan kepada diri mereka sendiri, dengan mengambil peran sebagai korban dan menyalahkan orang lain. Atau, mereka mungkin menjadi terlalu fokus pada satu aspek kecil dari percakapan dan meletakkannya pada fakta.

Perilaku ini tidak selalu disengaja. Ini sering kali berasal dari ketakutan akan penilaian dan penolakan, atau dari pengalaman emosional yang traumatis sebelumnya. Faktanya, orang dengan EQ rendah sering tidak tahu bagaimana perilaku mereka dapat menyebabkan masalah, jadi naluri pertama mereka adalah menyalahkan orang lain.

Perasa juga bisa mengalami kesulitan menghadapi konflik , berjuang untuk memisahkan diri dari situasi. Namun, sebagai seseorang dengan EQ yang lebih tinggi, peran Anda di sini adalah mengarahkan kembali percakapan ke topik. Apa yang kalian bicarakan sejak awal? Apa yang sebenarnya ingin Anda katakan? Jika Anda mengenal orang tersebut, berdiri di hadapan Anda merasa menjadi korban, fokuslah pada fakta yang dingin dan sulit. Dengan cara ini Anda dapat menghindari ledakan emosi, dan menjaga percakapan tetap hidup.

 

Intinya: Semuanya Bermuara Pada Kolaborasi

Sebagai seorang Feeler atau Pemikir dengan EQ yang matang, Anda tidak perlu mengubah diri Anda untuk berkomunikasi dengan seseorang yang memimpin secara eksklusif dengan fungsi Thinkingnya. Kunci untuk menemukan kesamaan adalah empati dan fleksibilitas. Semakin Anda bersedia mendengarkan dan memahami sudut pandang Pemikir, semakin Anda menunjukkan kepada mereka bahwa mereka dapat mempercayai Anda untuk terbuka tentang perasaan mereka dan menjadi rentan. Ini dapat berbicara banyak kepada seseorang yang menahan emosi mereka karena takut dihakimi, atau disalahpahami.

Pelajari Lebih Lanjut Tentang Selling with Emotional Intelligence

Sebagai tipe Feeling yang secara alami berempati dan benar-benar peduli pada orang lain, Anda dapat menunjukkan kepada orang lain bahwa Anda memahami bahasa mereka dan dapat beradaptasi dengan gaya komunikasinya. Ini membantu seseorang dengan EQ rendah mengembangkan kesadaran emosional. Ini mungkin mengharuskan Anda untuk menjadi sedikit lebih pragmatis dan terus terang daripada biasanya, tetapi juga membuka jalan untuk hubungan yang lebih kuat antara Anda berdua.

Saat Anda meninggalkan ruang untuk kolaborasi, Anda akan belajar bahwa bersama-sama Anda saling melengkapi. Sebagai seorang Feeler, terkadang Anda mungkin perlu lebih praktis dan rasional. Dan sebagai Pemikir, Anda mungkin perlu melepaskan rasa takut menunjukkan sisi emosional Anda. Pada akhirnya, ini semua tentang memahami apa yang dialami setiap bagian dan membantu satu sama lain dengan menjaga hubungan yang terbuka dan jujur.

Author